Dosen Tel-U Raih Pendanaan RIIM 2026, Kembangkan Teknologi AI untuk Deteksi Dini Alzheimer

Bandung, 19 Februari 2026 – Telkom University (Tel-U) kembali menunjukkan kontribusinya dalam pengembangan inovasi teknologi kesehatan melalui riset yang dilakukan oleh Dr. Untari Novia Wisesty, S.T., M.T., yang berhasil meraih pendanaan Program Riset RIIM Gelombang 10 Tahun 2026. Penelitian tersebut mengangkat topik Optimasi Vision Transformer Model untuk Deteksi Penyakit Alzheimer Berdasarkan Citra MRI.

Riset ini berfokus pada pengembangan dan optimasi metode kecerdasan buatan berbasis Vision Transformer (ViT) untuk mendukung deteksi dini penyakit Alzheimer melalui analisis citra MRI otak. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan akurasi diagnosis sekaligus mempercepat proses analisis medis yang selama ini masih bergantung pada interpretasi manual tenaga ahli.

Menurut Dr. Untari Novia Wisesty, penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi penanganan Alzheimer sebagai gangguan neurodegeneratif paling umum di dunia, dengan lebih dari 55 juta penderita dan menjadi penyebab sekitar 60–70 persen kasus demensia secara global. Penyakit ini menyebabkan penurunan fungsi kognitif progresif yang berdampak besar terhadap kualitas hidup pasien dan keluarga.

“Tantangan terbesar dalam Alzheimer adalah diagnosis dini, karena perubahan patologis pada otak sering kali sudah terjadi bertahun-tahun sebelum gejala klinis muncul. Intervensi lebih awal sangat penting untuk memperlambat perkembangan penyakit,” jelasnya.

Selama ini, citra MRI mampu menunjukkan perubahan struktural otak seperti atrofi pada hippocampus, namun proses interpretasinya membutuhkan keahlian tinggi, waktu yang panjang, serta berpotensi menimbulkan bias manusia. Melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan, riset ini berupaya menghadirkan sistem analisis yang lebih objektif dan efisien.

Keunggulan utama penelitian terletak pada penggunaan arsitektur Vision Transformer yang memanfaatkan mekanisme self-attention untuk menangkap konteks global pada citra MRI. Berbeda dengan pendekatan Convolutional Neural Networks (CNN) yang berfokus pada fitur lokal, metode ini mampu mengenali relasi spasial kompleks dan mendeteksi perubahan struktural kecil pada otak yang krusial untuk diagnosis tahap awal Alzheimer.

Selain inovasi algoritma, penelitian ini juga menawarkan pendekatan analisis yang lebih terintegrasi dengan mengurangi kebutuhan preprocessing dan ekstraksi fitur manual. Target akhir riset berupa prototipe perangkat lunak berbasis web yang dapat diintegrasikan ke dalam sistem rumah sakit guna membantu pengambilan keputusan klinis secara cepat dan objektif.

Adapun luaran yang ditargetkan meliputi publikasi artikel pada jurnal internasional bereputasi, pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas algoritma yang dikembangkan, serta pembangunan aplikasi prototipe yang mampu menerima input citra MRI dan menghasilkan analisis deteksi Alzheimer secara otomatis.

Riset ini juga diharapkan memberikan dampak luas bagi masyarakat dan industri kesehatan melalui peningkatan akses diagnosis yang lebih akurat serta mendorong pengembangan teknologi smart healthcare berbasis kecerdasan buatan lokal yang mandiri dan kompetitif.

Dalam pelaksanaannya, Tel-U memberikan dukungan komprehensif melalui ekosistem riset, pendampingan administrasi, fasilitasi pendaftaran HKI, serta kolaborasi multidisiplin yang memungkinkan hasil penelitian diwujudkan menjadi solusi teknologi digital nasional di bidang kesehatan.

Melalui capaian pendanaan RIIM 2026 ini, Tel-U kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan inovasi riset berbasis teknologi yang memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Penulis: Abdullah Adnan | Editor: Adrian Wiranata | Foto: Unsplash