Di tengah kemajuan dunia digital, arus informasi mengalir dengan sangat masif melalui sosial media, portal berita hingga percakapan sehari-hari. Mahasiswa sebagai digital native sering menjadi kelompok yang paling banyak terpapar berbagai bentuk informasi, baik yang valid maupun yang bias. Tanpa kemampuan berpikir kritis, seseorang dengan mudah dapat terseret opini publik, termakan hoaks bahkan ikut menyebarkan misinformasi. Karena itu, penguatan berpikir kritis dan literasi digital menjadi kebutuhan penting terutama bagi generasi muda.
