Setiap tahun, berbagai instansi kedinasan dan kemiliteran selalu membutuhkan pemeriksaan fisik sebagai salah satu bagian dari rekrutasi untuk bisa memenuhi syarat menjadi seorang anggota seperti TNI, Kepolisian, Pemadam kebakaran, Tim SAR, dan lain-lain. Pemeriksaan fisik sendiri merupakan salah satu aspek persyaratan dalam proses seleksi keanggotaan, selain proses administrasi, tes psikologi, mental ideologi, dan kesemaptaan jasmani. Kebutuhan sistem yang dapat membantu penilaian peserta bersifat objektif dan transparan dalam proses seleksi sangat dibutuhkan agar tercapai hasil yang kompeten.
