Mahasiswa Telkom University Surabaya Ciptakan AI Multi-Agent dan Raih Top 3 Kompetisi Global

Surabaya, 2026 – Prestasi gemilang di kancah internasional kembali ditorehkan oleh talenta muda Indonesia. Bagus Ardin, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi (angkatan 2024) Telkom University Surabaya (TUS), sukses menyabet gelar Top 3 dalam ajang Hackathon TestSprite Season 2, sebuah kompetisi teknologi tingkat global yang diinisiasi oleh startup asal Amerika Serikat, TestSprite.

Pencapaian ini menjadi lompatan besar bagi Bagus, yang pada kompetisi global sebelumnya berhasil menembus posisi delapan besar. Kini, ia sukses membuktikan kualitas inovasi mahasiswa Indonesia dengan menduduki peringkat tiga teratas dunia.

Dalam kompetisi yang berlangsung ketat selama 7 hari tersebut, Bagus mengembangkan proyek inovatif bernama Team Dynamic. Sistem ini dirancang sebagai platform simulasi krisis organisasi yang memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) Multi-Agent.

Menariknya, ide pengembangan proyek ini lahir dari filosofi kuno Stoikisme, khususnya konsep Premeditatio Malorum—sebuah praktik mengantisipasi berbagai kemungkinan buruk di masa depan agar dapat mempersiapkan mitigasi terbaik.

“Konsepnya adalah bagaimana sebuah organisasi bisa mensimulasikan berbagai kemungkinan krisis sebelum benar-benar terjadi, sehingga pemimpin dapat mengambil keputusan yang lebih tepat ketika menghadapi kondisi nyata,” jelas Bagus.

Melalui platform ini, pengguna dapat memasukkan profil organisasi beserta budaya kerja yang dimiliki, kemudian menentukan skenario krisis yang ingin diuji. Salah satu studi kasus yang digunakan dalam pengembangan proyek adalah kondisi startup yang mengalami lonjakan biaya penggunaan API Artificial Intelligence (AI) secara drastis hingga mengancam keberlangsungan finansial perusahaan. 

Keunggulan utama Team Dynamic terletak pada kemampuan setiap agen AI untuk berinteraksi layaknya anggota tim manusia. Pengguna dapat mengatur karakteristik masing-masing agen sehingga mampu berdiskusi, menyampaikan pendapat, hingga menunjukkan respons psikologis terhadap situasi yang sedang dihadapi.

Menariknya, sistem ini juga mengadopsi pendekatan psikologis yang memungkinkan beberapa agen memiliki “pikiran terpendam” yang tidak selalu diungkapkan secara langsung dalam diskusi. Pendekatan tersebut menghasilkan simulasi yang lebih realistis dan mendekati dinamika organisasi sesungguhnya.

Dari hasil simulasi yang dilakukan, Team Dynamic mampu menganalisis dampak krisis terhadap anggota tim, termasuk potensi stres kerja, burnout, penurunan motivasi, hingga kemungkinan terjadinya pengunduran diri karyawan. Selain itu, sistem juga menghasilkan rekomendasi solusi yang dapat digunakan oleh pimpinan atau manajer tim dalam menentukan strategi mitigasi yang lebih efektif.

Di balik keberhasilannya, Bagus mengaku menghadapi tantangan besar selama kompetisi berlangsung. Seluruh proses pengembangan dilakukan secara individu di tengah padatnya aktivitas perkuliahan dan tugas akademik.

Menurutnya, tahap paling menantang adalah proses integrasi akhir untuk memastikan seluruh komponen sistem dapat berjalan secara optimal sebelum batas waktu pengumpulan proyek.

“Karena dikerjakan sendiri dan waktunya sangat terbatas, tantangan terbesarnya adalah memastikan semua fitur terintegrasi dengan baik dan siap digunakan sebelum batas waktu pengumpulan,” ungkapnya. 

Prestasi ini menjadi bukti peningkatan kemampuan Bagus dalam kompetisi internasional. Pada kompetisi global sebelumnya yang diikuti puluhan peserta dari berbagai negara, ia berhasil menembus delapan besar. Sementara pada Hackathon TestSprite Season 2, Bagus sukses meningkatkan pencapaiannya dengan meraih posisi Top 3 dunia.

Ke depan, ia berencana membentuk tim untuk mengikuti kompetisi teknologi internasional berikutnya dengan hasil yang lebih optimal. Selain itu, Bagus juga melihat peluang besar perkembangan teknologi kecerdasan buatan dan berkeinginan mengembangkan Team Dynamic menjadi startup yang mampu memberikan manfaat nyata bagi organisasi dan perusahaan.

Sebagai penutup, Bagus membagikan pesan kepada mahasiswa yang ingin mendalami bidang teknologi dan pengembangan perangkat lunak di era kecerdasan buatan yang berkembang pesat saat ini. Prestasi yang diraih Bagus Ardin menjadi bukti bahwa mahasiswa Telkom University Surabaya mampu bersaing di tingkat global melalui inovasi, kreativitas, dan keberanian dalam menghadirkan solusi teknologi yang relevan untuk menjawab tantangan masa depan. 

Penulis: Belinda Fransisca Bunadi | Editor: Abdullah Adnan| Foto: Public Relations