Bandung, 3 Juni 2026 – Fakultas Rekayasa Industri (FRI) Telkom University (Tel-U) kembali menunjukkan kontribusi nyatanya dalam menjembatani riset akademik dan dunia kewirausahaan. Melalui keterlibatan aktif tiga program studinya—S1 Teknik Industri, S1 Sistem Informasi, dan S1 Teknik Logistik—FRI sukses memamerkan sederet produk riset unggulan dalam gelaran Market Day 2026 yang berlangsung, di Gedung Serba Guna (GSG), Tel-U.
Ajang Market Day ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa FRI untuk memajukan kapabilitas mereka. Melalui platform ini, mahasiswa tidak hanya ditantang untuk menciptakan inovasi di atas kertas, tetapi juga memaparkan hasil riset yang memiliki nilai guna tinggi serta potensi komersialisasi yang matang. Kehadiran ragam produk riset unggulan dari masing-masing program studi membuktikan bahwa FRI berhasil mendorong mahasiswanya untuk berpikir kritis sekaligus aplikatif dalam melihat peluang industri.
Sepanjang pelaksanaan acara, stan Fakultas Rekayasa Industri berhasil menarik perhatian pengunjung lewat demonstrasi tiga produk inovatif. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Smart Bin karya Tim Sumber Rezeki. Produk ini lahir dari keprihatinan terhadap buruknya sistem pemilahan sampah plastik di Indonesia, padahal plastik merupakan jenis komoditas sampah yang memiliki nilai tolak ukur terbaik jika dikelola dengan benar. Sebagai solusi, Smart Bin menerapkan konsep pemilahan di awal secara otomatis. Menariknya, alat ini menggunakan pendekatan win-to-win, di mana setiap orang yang membuang dan memilah sampah pada tempat ini akan mendapatkan imbalan atau reward, sehingga diharapkan mampu mengubah perilaku masyarakat secara positif.
Inovasi lain yang tidak kalah solutif datang dari sektor pertanian melalui produk bernama Agroguard yang dikembangkan oleh Tim FRI047. Dirancang sebagai sahabat petani, alat ini fokus memecahkan masalah kerugian finansial akibat serangan hama burung dan serangga yang kerap mencuri hasil bumi. Agroguard bekerja secara cerdas dengan memanfaatkan energi ramah lingkungan. Alat ini mengombinasikan energi mekanik angin dengan energi listrik dari panel surya untuk memancarkan sinyal cahaya dan suara pengusir hama. Dengan implementasi alat ini, gangguan hama di area lahan pertanian dapat ditekan, sehingga petani mampu mengamankan hasil panen mereka secara maksimal.
Selain solusi lingkungan dan pangan, mahasiswa FRI juga unjuk gigi dalam menghadirkan inovasi keselamatan berkendara melalui produk Dummy Traffic Man. Produk ini dibuat untuk mengatasi rendahnya visibilitas rambu peringatan konvensional di area perbaikan jalan, yang sering kali memicu kecelakaan fatal bagi pengemudi maupun pekerja proyek. Dummy Traffic Man dilengkapi dengan fitur penggerak otomatis berbasis sensor motor dan dilapisi material reflektif cahaya. Kombinasi fitur ini membuat alat ini tetap terlihat sangat jelas meski dalam kondisi gelap gulita atau malam hari, dengan harapan besar dapat meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas di area konstruksi.
Secara keseluruhan, keterlibatan FRI dalam Market Day 2026 ini berjalan dengan sangat baik dan kondusif. Antusiasme pengunjung yang memadati stan memperlihatkan bahwa luaran riset mahasiswa di lingkungan Fakultas Rekayasa Industri memiliki daya tarik yang kuat. Melalui keberhasilan publikasi produk-produk solutif ini, FRI kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung akselerasi mahasiswa menuju inovasi yang berdampak langsung bagi kemajuan industri, masyarakat, dan lingkungan.
Penulis: Gayuh Nugraha | Editor: Abdullah Adnan | Foto: Gayuh Nugraha
