Bandung, 25 Februari 2026 – Sebagai upaya memperkuat sinergi antara akademisi dan pemerintah, Rektor Telkom University (Tel-U), Prof. Dr. Suyanto menghadiri agenda strategis Forum Perangkat Daerah Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat. Acara yang berlangsung pada Selasa (25/02) ini digelar di Aula Repeh Rapih, Gedung Sate, Kota Bandung. Forum ini mengusung tema besar “Penguatan Kebijakan Pemerintahan dalam Mewujudkan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Tata Kelola Pembangunan”. Puncak agenda ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Hasil Forum Perangkat Daerah untuk Penyusunan Rencana Kerja Tahun 2027.
Pada agenda ini, Rektor Tel-U secara resmi melakukan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Hasil Forum Perangkat Daerah Penyusunan Rencana Kerja Setda Tahun 2027. Partisipasi aktif ini mempertegas komitmen sektor akademisi dalam mensinergikan inovasi teknologi dan pendidikan tinggi dengan kebijakan pemerintah. Forum ini diharapkan tidak sekadar menjadi rutinitas administratif, melainkan momentum nyata untuk mewujudkan target pembangunan tahun 2027 yang produktif demi kesejahteraan masyarakat Jawa Barat.
“Perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan talenta unggul. Melalui forum ini, Telkom University berkomitmen mendukung perencanaan pembangunan daerah yang lebih adaptif, berbasis data, serta mampu menjawab tantangan transformasi digital dan kebutuhan masyarakat di masa depan,” ujar Prof. Suyanto.
Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat, Sekarwati, S.E., M.Ak., A.K.CA., menyampaikan laporan penyelenggaraan. Beliau menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyelesaikan isu-isu krusial di Jawa Barat.
“Laporan ini menekankan pentingnya sinergi antar biro dalam menghadapi tantangan strategis, mulai dari penguatan kelembagaan dan SDM birokrasi, hingga penanganan masalah sosial ekonomi seperti kemiskinan, investasi, dan kelestarian lingkungan. Tujuannya adalah menciptakan tata kelola pembangunan yang lebih produktif dan SDM yang lebih kompeten,” ujar Sekarwati.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Dr. Herman Suryatman, M.Si., dalam sambutannya memberikan arahan mendalam mengenai arah pembangunan masa depan. Beliau menekankan bahwa rencana strategis 2025–2029 harus berlandaskan visi ‘Jawa Barat Istimewa’.
“Penyusunan rencana strategis harus berlandaskan visi ‘Jawa Barat Istimewa’ dengan filosofi pembangunan lembur diurus kota ditata. Kita perlu melakukan refleksi historis dari kejayaan, di mana inovasi besar seperti pembangunan parit dan Hutan Samida membuktikan bahwa leluhur kita memiliki visi yang jauh ke depan. Dengan prinsip learning from the past, understanding the present, and preparing for the future, forum ini harus menjadi momentum mensinergikan kebijakan dan inovasi demi kesejahteraan masyarakat Jawa Barat tahun 2027,” tegas Dr. Herman.
Acara dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi bertajuk ‘Peran BP Rebana dalam Mengakselerasi Peningkatan Produktivitas Daerah dan Penyerapan Tenaga Kerja’. Sesi ini dimoderatori oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Dr. Indra Maha, S.T., M.T., dengan menghadirkan Kepala BP Rebana sebagai narasumber utama, Helmy Yahya, MPAcc, Akt., CPMA, CA., Ak.
Komitmen kolektif ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan strategis, mulai dari unsur Pemerintah Provinsi (Bappeda, Dinas Pendidikan, Disnakertrans), Legislatif (DPRD Jabar), Pemerintah Daerah (Sekda Kota Bekasi dan Kabupaten Bandung), hingga sektor Industri yang diwakili oleh PT Jamkrida Jabar.
Menariknya, dalam jajaran penandatangan tersebut, keterwakilan unsur pendidikan tinggi hanya diwakili oleh dua institusi besar. Tel-U hadir sebagai perwakilan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jawa Barat, bersanding dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang menjadi representasi Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Forum ini diharapkan tidak sekadar menjadi rutinitas administratif, melainkan momentum nyata untuk mewujudkan target pembangunan tahun 2027 yang produktif dan berdampak langsung bagi kesejahteraan seluruh masyarakat Jawa Barat.
Penulis: Belinda Fransisca Bunadi | Editor: Abdullah Adnan | Foto: YouTube Biro Adpim Jabar
