Rektor Tel-U Hadiri Millenial Talk Conference 2026: Perguruan Tinggi sebagai Garda Terdepan Pencetak SDM Unggul dan Inovatif

Bandung, 16 Maret 2026 — Kehadiran nama-nama besar di dunia pendidikan tinggi Indonesia menjadi salah satu daya tarik utama Millenial Talk Conference (MTC) 2026 yang digelar oleh Millenial Talk Institute (MTI) Indonesia. Pada momen tersebut, Rektor Telkom University (Tel-U),  Prof. Dr. Suyanto, S.T., M.Sc., turut hadir sebagai pembicara bersama deretan akademisi dan pemangku kebijakan terkemuka lainnya seperti Rektor Universitas Pasundan, Prof. Dr. H. Azhar Affandi, SE., M.Sc., Wakil Rektor UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., SE., M.Si. , serta Rektor Universitas Teknologi Bandung, Dr. Muhamad Naseer, S.Kom., M.T.. Konferensi ini berlangsung pada Senin (16/03) melalui platform Zoom Meeting.

Millenial Talk Institute sendiri merupakan organisasi kepemudaan di Indonesia yang menyediakan berbagai forum kreatif dan inovatif bagi pemuda Indonesia di tingkat regional, nasional, maupun internasional. MTI berfokus pada pengembangan pemuda di berbagai bidang kajian, di antaranya kepemudaan, pendidikan, kesehatan, sosial ekonomi, ketenagakerjaan, wirausaha, kebijakan publik, budaya, dan demokrasi, dengan tujuan menciptakan lingkungan yang lebih baik serta mendorong pertumbuhan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Millenial Talk Conference 2026 sendiri dirancang sebagai media pelatihan dan pemberdayaan pemuda dengan pokok bahasan bagaimana mempersiapkan generasi muda yang berkualitas melalui bidang pendidikan, kepemudaan, dan demokrasi, mengangkat tema ‘Peran Perguruan Tinggi Dalam Mencetak SDM Unggul dan Inovatif’.

Konferensi ini hadir dengan latar belakang yang strategis dalam menyiapkan SDM, tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan inovatif dalam menghadapi dinamika perubahan global. Di era transformasi digital dan persaingan global yang semakin ketat, perguruan tinggi dituntut tidak hanya berfungsi sebagai pusat transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pengembangan karakter, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis dan inovatif mahasiswa.

Melalui kepemimpinan yang transformatif, budaya organisasi yang mendukung inovasi, serta penguatan motivasi intrinsik dan efikasi diri mahasiswa, perguruan tinggi dapat membentuk ekosistem pembelajaran yang mendorong lahirnya generasi unggul dan inovatif. Topik ini pun relevan dengan kebutuhan pengembangan SDM di era Revolusi Industri 4.0, khususnya dalam konteks penguatan mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) yang merupakan kelompok strategis namun masih kurang terwakili dalam literatur inovasi pendidikan tinggi.

Acara dimulai dengan penyampaian dari Founder MTI, Hasan Basri, disambung dengan opening speech sekaligus keynote speech oleh Staf Khusus Menteri Diktisaintek, Prof. Dra. Tjitjik Sri Tjahjandarie, Ph.D. Setelahnya, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Dr. Beny Bandanadjaja serta Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian turut menyampaikan keynote speech, ketiganya berbicara dalam tema SDM Unggul Indonesia Maju dengan bingkai ‘Peran Perguruan Tinggi Dalam Mencetak SDM Unggul dan Inovatif’.

Memasuki sesi kedua, panel opening speech yang disampaikan oleh beberapa akademisi termasuk Prof. Dr. Suyanto, diisi dengan tema  ‘Kepemimpinan Transformasional Pimpinan Perguruan Tinggi dalam Mencetak SDM Unggul dan Inovatif’. Dalam gagasannya, Prof. Dr. Suyanto menyampaikan beberapa strategi agar mahasiswa selalu mengingat bahwa kemajuan ilmu teknologi dan profesionalisme harus selalu berjalan seiring dengan empati dan nilai kemanusiaan.

“Human Enlightenment menegaskan bahwa universitas adalah tempat belajar bagi civitas academica berbakat dari seluruh dunia agar bisa bertahan dan berkembang menikmati disrupsi teknologi, memberi dampak besar bagi bangsa dan dunia hingga ratusan bahkan ribuan tahun ke depan sehingga bisa menghasilkan lulusan-lulusan yang sangat menguasai AI sekaligus sangat memahami manusia sebagai Human AI Collaborations,” tegas Prof. Suyanto. 

Melalui konferensi ini, MTI menargetkan sejumlah output yang diharapkan, yakni terbangunnya gagasan dan rekomendasi strategis dalam pengembangan SDM unggul dan inovatif di perguruan tinggi, penguatan kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan pemangku kebijakan pendidikan, serta publikasi gagasan dan hasil penelitian terkait pengembangan kualitas mahasiswa, khususnya penerima beasiswa di Indonesia.Penulis: Genie Chiara Diva Putri Gunawan | Editor: Belinda Fransisca Bunadi | Foto: Public Relations