Bandung, 3 Juli 2026 – Telkom University (Tel-U) terus memperkuat komitmennya untuk menjadi perguruan tinggi kelas dunia yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Komitmen tersebut ditegaskan melalui Sharing Session bertajuk “Menuju Perguruan Tinggi Kelas Dunia dan Berdampak” yang digelar pada Jumat (3/7) di Ruang Fusion Rigor Den (FRD), Gedung Bangkit Lantai 2, Tel-U.
Kegiatan ini menghadirkan Direktur Kelembagaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Prof. Dr. Mukhamad Najib, S.TP., M.M., sebagai pembicara utama dan dibuka secara resmi oleh Rektor Tel-U, Prof. Dr. Suyanto. Acara tersebut diikuti oleh jajaran pimpinan serta sivitas akademika Tel-U sebagai bagian dari upaya memperkuat transformasi institusi menuju universitas berkelas dunia yang berdampak.
Dalam sambutannya, Rektor Tel-U, Prof. Dr. Suyanto, menegaskan bahwa transformasi menuju perguruan tinggi kelas dunia merupakan komitmen yang terus diperkuat Tel-U melalui peningkatan kualitas pendidikan, riset, inovasi, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
“Transformasi menuju World Class University bukan hanya tentang pengakuan global, tetapi juga tentang bagaimana perguruan tinggi mampu menghadirkan dampak nyata melalui pendidikan, riset, dan inovasi. Tel-U berkomitmen untuk terus memperkuat kualitas tridarma dan kolaborasi agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat dan pembangunan bangsa,” ujar Prof. Dr. Suyanto.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Dr. Mukhamad Najib memaparkan bahwa Indonesia perlu memperkuat investasi pada sektor pendidikan tinggi sebagai fondasi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Menurutnya, perguruan tinggi terbaik di Indonesia memerlukan roadmap jangka panjang agar mampu berkembang menjadi universitas berkelas dunia yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga menjadi motor penggerak inovasi nasional melalui transfer teknologi dan pengembangan talenta global.
Ia menjelaskan bahwa transformasi perguruan tinggi terus berkembang, mulai dari Teaching University yang berfokus pada pembelajaran, Research University yang menghasilkan pengetahuan baru, Entrepreneurial University yang mampu menghilirisasi inovasi melalui kolaborasi dengan industri, hingga Transformative University yang menghadirkan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan. Perguruan tinggi masa depan, menurutnya, dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga menjadi katalis perubahan bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Prof. Najib menekankan bahwa konsep World Class University (WCU) harus dipahami sebagai pembangunan ekosistem pendidikan tinggi yang unggul secara menyeluruh. Perguruan tinggi kelas dunia ditandai dengan reputasi akademik global, keunggulan riset dan inovasi, kehadiran dosen serta mahasiswa internasional, kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan pembangunan, serta pengakuan melalui berbagai pemeringkatan internasional. Dengan kata lain, capaian peringkat merupakan hasil dari kualitas ekosistem yang dibangun secara konsisten, bukan tujuan akhir yang berdiri sendiri.
Dalam paparannya, Prof. Najib juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi perguruan tinggi Indonesia berdasarkan indikator QS World University Rankings (QS WUR). Dibandingkan dengan sejumlah universitas di Malaysia, perguruan tinggi Indonesia masih perlu meningkatkan performa pada indikator Citations per Faculty, International Students, International Research Network, dan Sustainability. Menurutnya, penguatan pada indikator-indikator tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan daya saing perguruan tinggi Indonesia di tingkat global.
Untuk mendukung transformasi tersebut, Prof. Najib memaparkan berbagai strategi yang dapat dilakukan, diantaranya memperkuat sumber daya manusia akademik melalui peningkatan jumlah dosen berkualifikasi doktor, pengembangan program postdoctoral, menghadirkan visiting professor internasional, memberikan insentif bagi publikasi bereputasi, memperkuat pusat unggulan riset, memperluas hilirisasi inovasi, serta mendorong internasionalisasi kampus melalui program double degree, joint degree, akreditasi internasional, dan penguatan jejaring riset global. Strategi tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi perguruan tinggi Indonesia sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi bagi berbagai tantangan pembangunan.
Melalui kegiatan ini, Tel-U semakin menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas pendidikan, riset, inovasi, dan kolaborasi internasional dalam mewujudkan perguruan tinggi kelas dunia yang berdampak. Sejalan dengan visi institusi, Tel-U akan terus membangun ekosistem akademik yang unggul, adaptif, dan kolaboratif guna menghasilkan lulusan, riset, serta inovasi yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan masyarakat global.
Penulis: Abdullah Adnan | Editor: Adrian Wiranata | Foto: Public Relations
