Bandung, 20 Mei 2026 – Digital Collaboration for Sustainability (DCS) Telkom University (Tel-U) menyelenggarakan Anugerah Innovillage 2025 bertema “Driving Social-Tech Innovation For Sustainable Future” yang dilaksanakan secara hybrid di Gedung Damar, Tel-U pada Rabu (20/5).
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Pelaksana Innovillage Runik Machfiroh, Prof. Agus Pratondo, Ph.D. selaku Ketua Center of Excellence AI, serta Suharsono selaku Senior Manager Sustainable Development Goals (SDGs) beserta jajaran. Turut hadir pula Saiful Jais dari External Innovation Management PT Telkom yang mewakili industri teknologi, Anisabella selaku Head of Corporate Program & Innovation Telkomsel Ventures, Ferdian selaku Sekretaris Umum Komunitas Tangan di Atas, serta Clara Angelin Pijoh dari Universitas Sumatera Utara bersama Tim Clear for All yang mewakili mahasiswa sebagai inovator dengan tema disabilitas.
Acara dibuka dengan laporan dari Ibu Runik Machfiroh selaku Ketua Pelaksana Innovillage. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pandangan mendalam mengenai esensi kompetisi ini. Menurutnya, Innovillage berbeda dari kompetisi lainnya karena program ini hadir sebagai wadah transformasi dalam menghadapi tantangan sosial masa depan yang kian kompleks. Di sinilah peran krusial mahasiswa dibutuhkan sebagai agent of change. Innovillage tidak hanya memberikan dampak positif bagi mahasiswa dan perguruan tinggi, tetapi manfaat utamanya secara nyata dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
“Innovillage berbeda dari kompetisi lainnya karena program ini hadir sebagai wadah transformasi dalam menghadapi tantangan sosial masa depan yang kian kompleks. Di sinilah peran krusial mahasiswa dibutuhkan sebagai agent of change. Innovillage tidak hanya memberikan dampak positif bagi mahasiswa dan perguruan tinggi, tetapi manfaat utamanya secara nyata dirasakan langsung oleh masyarakat luas,” ujarnya.
Sesi panel Technology & Future Impact Forum menjadi salah satu momen paling dinantikan dalam rangkaian acara ini. Diskusi ini dirancang untuk menggali tiga pertanyaan besar yang kini tengah menjadi perbincangan di dunia teknologi dan inovasi: bagaimana teknologi dapat menciptakan dampak nyata di masyarakat, bagaimana inovasi sosial bisa berkembang secara scalable, dan bagaimana kecerdasan buatan dapat menjadi enabler utama di masa depan. Lima panelis dengan latar belakang yang beragam diundang untuk naik ke atas panggung dan menempati kursi yang telah disediakan. Mereka adalah Prof. Agus Pratondo, Ph.D., selaku AI Expert dari Telkom University yang akan membawa perspektif AI for Society, Saiful Jais dari PT Telkom selaku representasi industri teknologi dengan sudut pandang seputar industry innovation, digital ecosystem, dan arah teknologi masa depan, serta perwakilan dari Kemendiktisaintek yang akan menyoroti isu future digital talent, kampus berdampak, dan ekosistem inovasi mahasiswa.
Melengkapi forum ini, Ferdian selaku Sekretaris Umum Komunitas Tangan di Atas hadir sebagai Community/UMKM Ecosystem Builder yang akan berbicara langsung mengenai real market problem dan kebutuhan digitalisasi UMKM di lapangan. Tak kalah inspiratif, Clara Angelin Pijoh dari Universitas Sumatera Utara, yang tergabung dalam Tim Clear for All dengan tema disabilitas, tampil mewakili mahasiswa sebagai inovator, membawa perspektif validasi masalah sosial, implementasi solusi inovasi kepada para beneficiaries, hingga dampak nyata yang telah dirasakan di lapangan. Sementara itu, Anisabella selaku Head of Corporate Program & Innovation Telkomsel Ventures turut hadir membawa perspektif Driving Innovation Mindset yang memperkaya keragaman sudut pandang dalam forum tersebut.
Melalui sinergi kuat antara kampus, industri, komunitas, hingga mahasiswa, Anugerah Innovillage 2025 sukses membuktikan bahwa kolaborasi adalah kunci utama untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan. Acara ini bukan sekadar kompetisi, melainkan sebuah langkah awal bagi lahirnya inovasi social-tech nyata yang langsung menyentuh masyarakat. Harapannya, semangat dari acara tahun ini bisa terus mengalir, menginspirasi generasi muda untuk terus menciptakan perubahan positif demi masa depan yang lebih inklusif dan berdampak luas.
Penulis: Genie Chiara Diva Putri Gunawan | Editor: Belinda Fransisca Bunadi | Foto: Public Relations
