Tips Atur Uang Bulanan Mahasiswa di Tengah Banyaknya Ajakan Bukber

 Ramadhan sering jadi momen yang ditunggu, bukan hanya karena ibadahnya, tapi juga banyaknya ajakan buka bersama yang menjadi ajang untuk bersilaturahmi. Bagi telutizen momen ramadhan kali ini terasa sangat spesial karena berbarengan dengan hari pertama kuliah.

Setelah libur panjang, jadwal harian mulai padat dan kita kembali berinteraksi dengan teman-teman yang sudah lama tidak bertemu. Hal ini membuat banyaknya ajakan bukber yang datang hampir tiap hari tanpa henti.

Bukber memang terasa hangat dan menyenangkan. Namun tanpa disadari pengeluaran harian juga ikut bertambah tanpa henti seiring dengan bertambahnya ajakan bukber dari berbagai sirkel pertemanan. Kalau tidak diatur, hal ini bisa bikin keuangan kamu boncos bahkan sebelum lebaran. Terus, gimana cara atur uang bulanan biar anti boncos selama bulan ramadhan ini?

1. Batasi Frekuensi Bukber

Kamu tidak harus datang ke semua undangan. Coba tentukan batas frekuensi bukber, misalnya, hanya  1-2 kali per minggu. Dengan begitu, kamu bisa tetap temu kangen tanpa overbudget.

2. Buat Budget Khusus Untuk Bukber

Kamu bisa mulai menyusun budget untuk bukber di pencatatan keuangan kamu dan harus pisahkan pengeluaran saat ramadhan khususnya bukber dari keputusan biasa. Contoh: Uang bulanan: 3.000.000, untuk Budget bukber: 400.000.

3. Tentukan Batas Pengeluaran Tiap Bukber

Setelah kamu membuat total budget, penting juga untuk membuat batas pengeluaran setiap kali kamu bukber.

Contoh: Maksimal 75.000 per bukber. Dengan menentukan limit pengeluaran ini membuat kamu jadi lebih sadar saat datang ke acara bukber.

4. Pilih Bukber yang “Worth-It”

Dari banyaknya ajakan untuk bukber, mungkin tidak semua ajakan itu dari sirkel pertemanan kamu yang dekat. Kamu bisa mulai memilah ajakan tersebut dengan memprioritaskan teman dekat, teman lama, dan acara bukber yang penting.

Agar jadwal kamu tidak terlalu padat dan pengeluaran tidak ikut membengkak.

5. Cari Alternatif Lebih Hemat

Bukber itu tidak melulu harus di restoran. Karena, esensi utama bukber adalah untuk bersilaturahmi dna kehangatan momen kebersamaan bersama teman dan keluarga. Jadi, kamu bisa memilih alternatif yang lebih hemat, seperti buka puasa di kos/rumah temen kamu dan bawa makanan masing-masing. Ini membuat suasana bukber jadi lebih seru dan  tetap hemat.

 Bukber adalah salah satu momen yang berharga di bulan ramadhan ini, tapi bukan berarti kita harus mengorbankan kondisi keuangan. Dengan adanya perencanaan dan kontrol terhadap keuangan bulanan kamu, kamu tetap bisa menikmati kebersamaan tanpa harus merasakan stres di akhir bulan.

Karena pada akhirnya, bukan berapa banyak acara bukber yang kamu datangi, tetapi bagimana kamu menjaga keseimbagan antara keuangan dan kehidupan sosial kamu.  

Penulis: Najwa Nurul Aulia | Editor: Abdullah Adnan | Foto: Public Relations