TerraNode Telkom University Raih Penghargaan Best Local Hero Innovillage melalui Inovasi GreenLoop

Bandung, 18 Juni 2026 – Tim TerraNode Telkom University (Tel-U) berhasil meraih penghargaan Best Local Hero pada ajang Innovillage 2026 pada Rabu (20/05) melalui inovasi bertajuk GreenLoop pada . Inovasi ini dikembangkan sebagai solusi atas permasalahan pengelolaan limbah organik dan polusi udara akibat pembakaran sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Ciwastra, Kelurahan Mekarjaya.

TerraNode merupakan tim yang berkompetisi dalam kategori Environmental dengan fokus pada penerapan konsep circular economy. Melalui GreenLoop, tim ini menghadirkan dua inovasi utama, yaitu BioBin dan BioVolt. BioBin merupakan komposter pintar berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu mengolah limbah organik menjadi kompos bernilai ekonomi dan dapat dipantau secara real-time melalui web dashboard. Sementara itu, BioVolt merupakan sistem konversi energi yang dirancang untuk mengubah panas buangan dari mesin incinerator menjadi sumber energi listrik terbarukan berskala mikro.

Ketua Tim TerraNode, Pradipta Muhtadin, menjelaskan bahwa pengembangan GreenLoop berawal dari hasil observasi langsung terhadap kondisi TPS Ciwastra. Tim menemukan adanya penumpukan limbah organik yang belum terolah secara optimal, serta asap pekat dari incinerator milik BUMDes yang berdampak pada pencemaran udara di sekitar lokasi.

“Kami melihat langsung kondisi di TPS Ciwastra, Kelurahan Mekarjaya, di mana limbah organik menumpuk tanpa pengolahan, dan incinerator milik BUMDes menghasilkan asap pekat yang mencemari lingkungan. Kami merasa harus ada intervensi teknologi yang tidak hanya menghentikan pencemaran, tetapi juga mengubah limbah tersebut menjadi sumber daya yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam proses perancangannya, TerraNode turut melibatkan masyarakat lokal, BUMDes, serta perangkat Kelurahan Mekarjaya. Keterlibatan tersebut dilakukan sejak tahap penggalian masalah, validasi kebutuhan, hingga proses pelaksanaan melalui sosialisasi, simulasi alat, dan penyerahan buku panduan penggunaan BioBin. Melalui pendekatan tersebut, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga dilibatkan sebagai aktor utama dalam keberlanjutan program.

GreenLoop dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat dari aspek lingkungan, ekonomi, dan efisiensi biaya. BioBin membantu mengolah limbah organik menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan oleh kelompok tani lokal, sementara BioVolt berpotensi mendukung kebutuhan listrik mandiri bagi fasilitas umum. Dari sisi dampak ekonomi, Tim TerraNode mencatat nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 2,18, yang menunjukkan bahwa inovasi ini memberikan nilai manfaat lebih dari dua kali lipat dibandingkan modal pembuatannya.

Bagi TerraNode, penghargaan Best Local Hero memiliki makna lebih dari sekadar capaian kompetisi. Menurut Pradipta, local hero adalah mereka yang mampu mendengarkan keluhan masyarakat, turun langsung ke lapangan, serta menghadirkan solusi teknologi yang tepat guna dan mudah diadaptasi oleh masyarakat setempat.

“Inovasi yang berdampak nyata adalah inovasi yang tidak berjarak dengan penggunanya. Local Hero pada esensinya adalah tentang memberdayakan masyarakat lokal secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Ke depan, TerraNode merancang pengembangan GreenLoop sebagai unit usaha sosial di bawah naungan BUMDes. Tim juga berencana melakukan ekspansi pemasangan BioBin ke 10 titik strategis di TPS maupun pasar sekitar Kecamatan Rancasari, serta memperluas kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung.

Pencapaian ini turut didukung oleh ekosistem Tel-U melalui pendampingan dosen, fasilitas laboratorium, serta pembelajaran akademik yang mendorong mahasiswa untuk menghadirkan inovasi berdampak. Dalam proses pengembangannya, Tim TerraNode didampingi oleh Syfa Nur Lathifah, S.Kom., M.T., yang berperan sebagai dosen pendamping sekaligus rekan diskusi.

Melalui prestasi ini, TerraNode berharap mahasiswa lain dapat terdorong untuk menciptakan inovasi yang berangkat dari empati terhadap permasalahan masyarakat. Tim meyakini bahwa inovasi yang paling berdampak bukan hanya yang canggih secara teknologi, tetapi juga aplikatif, tepat guna, dan mampu diadopsi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Penulis: Najwa Nurul Aulia| Editor: Belinda Fransisca Bunadi | Foto: Tim TerraNode