Ulyn AI: Liburan anti bingung, Alumni Telkom University hadirkan Travel Companion berbasis AI

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) terus membuka peluang inovasi pada berbagai sektor, termasuk industri perjalanan. Melihat kebutuhan masyarakat dalam merencanakan perjalanannya yang lebih praktis dan terintegrasi, Seorang alumni Program Studi S1 Sistem Informasi, Fakultas Rekayasa Industri (FRI), Telkom University (Tel-U), Ade Guntur Fitriddullah, menghadirkan sebuah inovasi digital bernama Ulyn AI dimana platform ini dirancang sebagai asisten perjalan pintar berbasis AI.

Ulyn AI dikembangkan sebagai solusi untuk membantu pengguna merencanakan aktivitas perjalan dengan lebih cepat, mudah, dan personal. Platform ini menggabungkan berbagai fitur seperti perencanaan berbasis narasi (Narrative-Based Planning), interaksi dua arah melalui teks dan suara, serta kemampuan mengubah inspirasi dari media sosial seperti TikTok atau Reels menjadi rite perjalan secara instan. Selain itu, sistemnya juga dilengkapi dengan teknologi intent-understanding dan ekosistem data visual yang dinamis sehingga mampu beradaptasi selama perjalanan berlangsung.

Ide pengembangan Ulyn AI berawal dari pengalaman pribadi sang founder saat melakukan perjalanan ke tempat baru. Ia menyadari bahwa banyak individu yang sering menyimpan berbagai referensi lokasi destinasi wisata dari media sosial, namun kesulitan untuk mengingat kembali atau menyusunnya menjadi rencana perjalanan yang jelas Proses pencarian informasi juga kerap memakan waktu karena harus membuka banyak platform  sekaligus mulai dari Google Maps, media sosial, travelling blog, hingga aplikasi lainnya. Kondisi tersebut kemudian mendorong founder untuk menciptakan sebuah platform yang mampu mengintegrasikan seluruh kebutuhan perencanaan perjalanan dalam satu tempat.

Melalui Ulyn AI, proses riset destinasi perjalanan yang biasanya memakan waktu berjam-jam diharapkan dapat disederhanakan. Platform ini dirancang agar pengguna tidak perlu lagi membuka banyak laman atau aplikasi berbeda ketika mencari rekomendasi destinasi, kuliner, maupun aktivitas yang sesuai dengan prefensi mereka. dengan memanfaatkan teknologi AI, sistem dapat memberikan rekomendasi secara instan sekaligus menyesuaikan rencana perjalanan secara dinamis.

Dalam strategi pengembangannya, Ulyn AI menargetkan pengguna dari kalangan Milenial dan Gen Z, termasuk wisatawan domestik maupun turis yang berkunjung ke Indonesia. Nama “Ulyn” sendiri diambil dari plesetan kata “ulin” dalam bahasa sunda yang berarti bermain. Makna tersebut merepresentasikan aktivitas yang sering dilakukan masyarakat ketika berlibur, seperti travelling,  kuliner, hingga mencari tempat untuk bersantai. Melalui kombinasi kata tersebut dengan teknologi AI, platform ini diharapkan dapat menjadi teman perjalanan digital yang mempermudah proses eksplorasi berbagai aktivitas.

Pengembangan teknologi ini juga didorong oleh besarnya potensi sektor pariwisata Indonesia. Keberagaman destinasi liburan yang menarik di berbagai daerah, Ulyn AI hadir untuk membantu pengguna menemukan dan merencanakan pengalaman perjalan yang lebih optimal. Saat ini, platform tersebut berfokus pada pengayaan data destinasi di Indonesia dan bisa diakses melalui website https://ulyn.fun/ di platform pencarian internet. Meskipun secara teknis dapat digunakan oleh pengguna dari berbagai negara karena memanfaatkan referensi koordinat dari Google Maps. 

Proses pengembangan Ulyn AI sendiri dilakukan secara bertahap dengan pendekatan iteratif. Tahapan dimulai dari penyusunan daftar fitur inti, pemilihan teknologi backend dan frontend , hingga pembangunan infrastruktur pendukung seperti server, domain, dan sistem cloud. Dalam perjalanannya, fitur-fitur tambahan seperti dukungan multi-bahasa juga dikembangkan untuk menjangkau pengguna yang lebih luas, terutama wisatawan internasional. Pendekatan pengembangan yang fleksibel memungkinkan tim untuk terus melakukan penyesuaian dan penyempurnaan fitur sesuai kebutuhan pengguna.

Gagasan pemanfaatan AI untuk asisten perjalanan sebenarnya telah muncul sejak tahun 2023, namun pengembangan serius baru dimulai pada awal 2026 ketika teknologi AI semakin populer dan berkembang pesat. Sejak saat itu, inovasi ini terus dikembangkan dengan prinsip sederhana: menemukan ide, perencanaan, eksekusi perancangan, lalu melakukan iterasi hingga menghasilkan fitur yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. 

Hadirnya Ulyn AI menjadi salah satu contoh bagaimana alumni Tel-U turut berkontribusi dalam menghadirkan solusi digital yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan, platform ini diharapkan dapat membantu wisatawan menemukan cara baru untuk merencanakan perjalanan secara lebih praktis sekaligus mengeksplorasi kekayaan destinasi yang dimiliki Indonesia.

Penulis: Maharani | Editor: Belinda Fransisca Bunadi | Foto: Ulyn AI